Berburu Fosil Di Desa Jono Kecamatan Temayang

Posted by on Sep 21, 2015 | Leave a Comment

Siswa SMAN 1 Dander mendengarkan pemaparan dari pak Hary

Siswa SMAN 1 Dander mendengarkan pemaparan dari pak Hary

Jumat siang tanggal 18 September 2015 sekitar jam 13.00 wib, beberapa perwakilan anak-anak SMA Negeri 1 Dander baik itu kelas X, XI dan XII berkumpul di satu titik pertemuan yakni pos pembibitan kayu jati di desa Sampang Kecamatan Temayang. Lokasi yang persis di sisi barat jalan raya Dander-Nganjuk tentu tidak membuat sulit anak-anak untuk mengetahui lokasi titik pertemuan itu.

Hari itu sengaja bertemu karena pada hari itu di bawah bimbingan bapak Achmad Satria Utama, S.pd sebagai guru mata pelajaran Sejarah Indonesia para perwakilan siswa ini akan di ajari bagaimana mengekskursi fosil vertebrata laut di wilayah desa Jono Kecamatan Temayang. Selain dengan bapak Achmad Satria Utama atau biasa di panggil pak Satria, kami pun dibantu dengan komunitas pecinta sejarah di Bojonegoro yang dikenal dengan tim The Bone Hunter museum 13 Bojonegoro. Hadir menemani dan membimbing para siswa SMA Negeri 1 Dander yakni pendiri museum 13 pak Hary biasa dipanggil pak Guru. Beliau aktif sebagai pengajar di SDN Panjunan I Kalitidu serta pak Supangat, beliau pensiunan TNI AD Babinsa Kecamatan Temayang selain itu juga ada ahli geologi yang tinggal di Balen pak Agung dan Pamong Budaya Dirjen Kementrian Kebudayaan Indonesia yakni saudara Novi Bahrul Munif atau biasa dipanggil Novi BMW.

Sebuah kehormatan kami juga kedatangan rekan guru dari SMA Negeri 1 Balen dan SMA Negeri 1 Kedungadem karena mereka ingin mengetahui bagaimana mencari fosil dan membedakan jenis fosil apa yang ditemukan.

Siang itu setelah dipastikan sudah berkumpul semua, selanjutnya kami bergerak menuju lokasi di mana kami akan mengekskursi fosil molusca jenis echinoid. Lokasi memang tidak jauh dari tempat pertemuan tadi hanya berjarak lebih kurang 2 km, tetapi jarak yang di tempuh serasa lebih dari itu. Karena medan menuju lokasi adalah jalan tanah berbatu kalau bisa dideskripsikan adalah off road. Bahkan sempat terucap kalau ini pas pake motor trail.

Dan pada akhirnya kami sampai pada titik lokasi. Sepeda motor kami parkir. Dan kami di beri pembekalan oleh pak Hary bagaimana tentang peta lokasi wilayah ini serta panduan menemukan fosil. Setelah itu kami bergerak mencari fosil vertebrata laut jenis Molusca, perlu si ketahui kalau wilayah desa Jono Kecamatan Temayang ini sekitar 120 juta tahun yang lalu merupakan lautan dangkal. Pada masa pembentukan bumi Mesozoikum wilayah ini merupakan lautan dangkal.

ekskursi 2Panasnya terik matahari tidak meluruhkan semangat anak-anak SMA Negeri 1 Dander untuk berburu fosil. Berbekal palu dan obeng kami bergerak memukul, mengorek lapisan sendimen atas permukaan tanah. Hasil kami tidak sia-sia hanya berjalan beberapa langkah kaki mata saya langsung melihat benda asing yaitu fosil fragmen tulang kaki binatang mamalia. Selanjutnya saat kami mendaki perbukitan kami menemukan bukan bijian ataupun puluhan melainkan ratusan fosil molusca jenis echinodermata seperti saat pak Hary memberi kami pembekalan. Seolah-olah kami disuguhkan lokasi dimana ini merupakan lautan yang mengering. Selain fosil kami juga menemukan jenis peninggalan masa neolithikum yakni bola batu dan kapak persegi. Suatu lokasi yang menakjubkan.

Siswa-siswi SMA Negeri 1 Dander semakin antusias dan bersemangat. Seperti yang disampaikan Angga siswa kelas XII IPS ini merupakan pengalaman yang menarik, selain belajar di kelas kita juga belajar di lapangan secara langsung. Kapan waktu kita mencari fosil lagi pak. Seru….pengalaman yang seru. Itulah sepenggal pengakuan dari Angga salah satu siswa yang ikut mengekskursi fosil.

Dari lokasi ini selanjutnya kami bergerak menuju lokasi berikut untuk mencari fosil Megalodon yaitu gigi hiu purba. Lokasi tidak jauh dari lokasi titik awal pertemuan kami di pos pembibitan kayu jati di desa Sampang. Masih tetap di kecamatan Temayang hanya beda desa kami bergerak menuju lokasi. Kami pun ditunjukkan dengan mata kepala sendiri gigi-gigi hiu purba tersebut masih tertanam di batu sebagian tampak utuh dan sebagian terpendam di batu karang. Untuk gigi yang terpendam atau menempel di batu kami dihimbau untuk tidak mengambilnya. Biarkan tetap ditempatnya sebagai bukti otentik kalau wilayah ini pada 120 juta tahun lalu adalah lautan. Silahkan anak-anak mencari fosil gigi hiu di permukaan tanah. Tidak terlalu lama anak-anak mencari langaung menemukan ratusan gigi hiu. Menakjubkan sungguh menakjubkan itulah ungkapan dari anak-anak SMA Negeri 1 Dander saat ikut melakukan ekskursi.

Waktu sudah menunjukkan mendekati pukul 17.00 wib. Tidak terasa kami hampir 3 jam lebih berburu fosil sebanding dengan hasil yang kami dapatkan.

Kami pun sempat melakukan evaluasi bersama atas pencapaian hari ini dan melakukan sesi foto bersama. Semoga di lain kesempatan kami akan berburu fosil di lokasi yang berbeda.

Kontributor : Achmad Satria Utama, S.Pd

Foto-foto kegiatan ekskursi fosil di desa Jono Kecamatan Temayang

ekskursi 3

Mengevaluasi hasil temuan fosil

Teriknya sengatan matahari tidak menghalangi semangat kami belajar

Teriknya sengatan matahari tidak menghalangi semangat kami belajar

Senangnya setelah menemukan fosil

Senangnya setelah menemukan fosil

Semangat mencari fosil

Semangat mencari fosil

Mengorek lapisan atas tanah untuk menemukan fosil

Ekskursi 6

Apa yang kalian temukan ???

Ekskursi 7

Para ahli geologi dan arkeolog serta sejarawan Bojonegoro

Ekskursi 8

Ekskursi 9

Para sejarawan, arkeolog dan geologi Bojonegoro

Leave a comment

Langganan Berita

Masukan Email Untuk Berlangganan Artikel Dan Berita Terbaru.

Facebook Smansada